Berita - Situs Resmi Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Berita
s5_logo.png
Penandatanganan Perjajian Kerjasama Dengan LPPM IPB
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) STAKEHOLDER FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Stadium General Prestasi Mahasiswa Dalam Bela Negara
Pembekalan dan Konsultasi Job Karir Bagi Calon Wisudawan
Sharing Bersama FDK UIN Wali Songo Semarang

Mahaiswa UINSA Terpilih Sebagai Duta Pendidikan Indonesia 2018

 

Untitle d

Delegasi UINSA atas nama Ulfi Nurfaiza Mahasiswi Ilmu Komunikasi  Fakultas Dakwah dan Komunikasi kembali menorehkan prestasi yakni sebagai  pemenang Puteri Pendidikan Jawa Timur  2018 dan mewakili Jawa Timur di Tingkat Nasional. Setelah melakukan penyeleksian ketat di tingkat Provinsi mulai dari pengumpulan essay terkait Indonesia Cerdas atau Generasi Emas, pengumpulan berkas, seleksi wawancara dilanjut dengan sesi Question and Answer delegasi UINSA mampu meyakinkan para juri dari ratusan peserta sehingga dinyatakan sebagai pemenang  Puteri Pendidikan Jawa Timur 2018.

Pengumuman Program Intensif Bahasa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester Gasal 2017/2018

Pengumuman

 

Pembagian Kelas Intensif Bahasa Arab dan Inggris Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semseter Gasal 2017/2018 bisa diunduh dibawah ini:

 

1. Intensif Bahasa Arab

 

2. Intensif Bahasa Inggris

 

 

 

HMP Ilmu Komunikasi Adakan COMSACUP 2017

cup

 

Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi  (HMP ILKOM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan COMSACUP 2017 yaitu kompetisi futsal antar SMA/K/MAN se- Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Bangkalan. Acara COMSACUP 2017 dilaksanakan selama 4 (empat) hari di Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya dengan mengusung tema “It’s Not About Glory It’s About Sportivity”. Arti dari tema tersebut adalah pertandingan futsal tidak hanya tentang juara, tetapi tentang sportivitas. Sportivitas diperlukan untuk kelancaran dalam pertandingan. Acara tersebut adalah salah satu program kerja Kesejahteraan Mahasiswa (KESMA).

       Acara COMSACUP 2017 dibuka pada hari Senin, 14/08/17 pukul 08.00 WIB. Pembukaan acara tersebut ada beberapa sambutan, sambutan yang pertama oleh Hastrio selaku ketua panitia. Sambutan kedua oleh Ketua Himaprodi Sanjay Deep yang mengungkapkan bahwa dalam pertandingan harus sportif. Sambutan yang terakhir oleh Wakil Dekan Tiga, dalam sambutannya Ali Nurdin menambahkan “kompetisi futsal tidak hanya untuk mendapatkan juara, tetapi juga untuk menyambung silaturahim”. Sambutan oleh wakil dekan tiga menjadi penutup dan pembuka COMSACUP 2017 secara resmi.

       Dalam COMSACUP disediakan tanda tangan bersama oleh panitia. Selain itu, panitia bekerja sama dengan pihak Coca Cola untuk melancarkan suksesnya acara tersebut. Panitia menyediakan macam-macam minuman dengan harga terjangkau.  Pertandingan hari pertama oleh SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Antartika (B) Sidoarjo, SMA Wachid Hasyim Sidoarjo, SMA Dharma wanita Surabaya, SMK Duduk Sampeyan Gresik,  SMK Antartika 2 Sidoarjo, SMAN 3 Sidoarjo, SMAN 1 Krembung Sidoarjo, SMA Anak Bangsa Surabaya, SMAN 4 Surabaya, SMA Antartika  (A) Sidoarjo , SMAN 16 Surabaya, SMA Wachid Hasyim (A) Sidoarjo.  Para pemain sangat antusias dan bersemangat mengikuti COMSACUP dan terbukti saat pertandingan. Tidak hanya pemain,  Para penonton sangat antusias dan membawa alat musik drum untuk memeriahkan pertandingan futsal dalam mendukung tim kebanggaannya.

       Hari pertama COMSACUP berjalan dengan lancar. Panitia bertugas dengan baik dan para pemain bermain dengan sportif. Harapan selanjutnya adalah tidak ada halangan apapun. Dan sesuai yang diharapkan oleh panitia. Dengan adanya COMSACUP 2017 dapat mengembangkan potensi non akademik siswa.

Mahasiswa Bersama Masyarakat Wujudkan Impian Agroeduwisata Kampung Susu Kota Pasuruan

IGTF Pasuruan

Foto Full Team IGTF Pasuruan 2017 Saat Mengunjungi SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) 

 

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)  serentak memberangkatkan para mahasiswa untuk diikutkan dalam program kolaborasi bersama IPB. Program tersebut digagas dengan nama IGTF 2017. IGTF merupakan singkatan dari IPB Goes to Field. Kegiatan ini bertujuan untuk penelitian dan pengembangan masyarakat yang ada di Desa. Kegiatan IGTF tidak bersifat wajib, serta tidak pula termasuk dalam kegiatan pembelajaran perkuliahan. Akan tetapi, program IGTF ini bersifat sukarela.

Menurut Ikhsan Suhendro sebagai assistant dari IPB, “Program IGTF ini diadakan dengan alasan semakin  banyaknya orang yang berurbanisasi dari desa ke kota. Sehingga penduduk yang berada di desa semakin lama semakin sedikit." Untuk menanggulangi hal tersebut IPB bersama UINSA berkolaborasi dalam program turun lapangan melalui kegiatan IGTF ini. IGTF merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk mengembangkan desa. kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya mahasiswa dalam membangun desa menjadi lebih berkembang. Selain itu, hal ini dilakukan agar potensi yang ada di desa dapat di kembangkan.

Dari beberapa fakultas yang ada di UINSA, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang dirasa paling tepat sasaran untuk turut serta dalam program IGTF 2017 ini. Adapun mahasiswa tersebut diambil dari setiap prodi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.  D Hal tersebut dikarenakan adanya program studi yang memfokuskan diri pada pengembangan masyarakat. Sehingga, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengusulkan agar seluruh prodi yang berada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk ikut andil dalam program ini. “Sebenarnya program ini dititik beratkan pada prodi Pengembangan Masyarakat Islam saja, hanya saja saya merasa prodi lain juga dapat bersinergi untuk menyempurnakan ilmunya di masyarakat melalui IGTF ini.” Ungkap Suhartini Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA ketika mengisi sambutan di acara pembekalan mahasiswa IGTF.

UINSA PEDULI DESA

Mahasiswa Sosialisasi Agens Hayati Lecanicillium Sp Pada Petani Di Ngawi

 

berita ngawi

 

UIN Sunan Ampel Surabaya kembali melakukan kolaborasi kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dalam memberdayakan masyarakat desa. Setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya yang bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mengadakan program rutinnya yang bernama IPB Goes to Field (IGTF) di tahun 2017 ini. IGTF 2017 salah satunya bertempat di kabupaten Ngawi. Mahasiswa yang ditempatkan di Ngawi ini terdiri dari 18 mahasiswa, 12 mahasiswa IPB  dan 6 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Mahasiswa yang ditempatkan di kabupaten Ngawi dibagi menjadi 3 daerah, yaitu, Desa Dawu Kecamatan Paron, Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar, dan Desa Kletekan Kecamatan Jogorogo. Masing-masing desa terdiri dari 6 mahasiswa dari IPB dan UINSA.

Tracer Study Alumni

Untuk seluruh alumni FDIK, dimohon kesediannya untuk mengisi form tracer study online. Survey pelacakan alumni secara online diadakan sebagai bagian dari desain pengembangan kualitas pendidikan di FDIK. Silahkan Klik link di bawah ini untuk mengkuti survey: 

http://goo.gl/hCjzUK